Rabu, 08 Juni 2016

Proses Diagnosis, Langkah Pengobatan dan Pencegahan Kanker Ovarium

 

Proses Diagnosis Kanker Ovarium

Kebanyakan dokter pada umumnya akan menganjurkan Anda untuk melakukan USG pada bagian perut dan di sekitar organ intim. Langkah ini akan membantu dokter untuk memeriksa bentuk, ukuran dan struktur ovarium Anda. Jika proses ini menunjukan Anda positif difoniskanker ovarium, langkah selanjutnya adalah mencari tahu stadium dan perkembangan kanker Anda. Proses ini umunya meliputi MRI scan, rontgen dada, serta prosedur biopsi untuk mengambil sampel cairan rongga perut dan jaringan ovarium.

Mengetahui stadium kanker yang Anda derita akan membantu dokter untuk menentukan langkah pengobatan terbaik untuk Anda. Secara umum, stadium kanker ovarium terbagi menjadi 4 kategori yang meliputi:
  • Stadium 1: Kanker hanya menyerang salah satu atu kedua ovarium tapi belum menyebar ke organ lain.
  • Stadium 2: Kanker sudah menyebar dari ovarium ke jaringan di sekitar pinggul.
  • Stadium 3: Kanker sudah menyebar ke selaput perut, permukaan usus dan kelenjar getah bening di panggul.
  • Stadium 4: Kanker sudah menyebar hingga bagian lain tubuh, misalnya ginjal, hati dan paru-paru.
Maka dari itu kenalilah stadium kanker yang derita dan segeralah kunjungi dokter yang bersangkutan.

Langkah Pengobatan Kanker Ovarium

Langkah-langkah pengobatan kanker ovarium tergantung pada stadium kanker, kondisi kesehatan dan keinginan Anda untuk memiliki keturunan. Langkah utama pengobatan kanker ovarium adalah operasi dan kemoterapi. Prosedur operasi biasanya meliputi pengangkatan kedua ovarium, tuba falopi, rahim serta omentum (jaringan lemak dalam perut). Operasi ini bisa melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening pada panggul dan rongga perut untuk mencegah dan mencari tahu jika ada penyebaran kanker. Akan tetapi, kemungkinan besar Anda untuk mempunyai anak akan lenyap apabila terangkatnya kedua ovarium dan rahim.

Namun untuk kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium dini, penderita hanya mungkin menjalani operasi pengangkatan salah satu ovarium dan tuba falopi sehingga kemungkinan untuk memiliki keturunan bisa tetap ada.

Setelah di operasi, dokter akan menjadwalkan proses kemoterapi. Ini dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Selama menjalani kemoterapi, dokter akan memantau perkembangan Anda secara rutin karena untuk memastikan keefektifan obat dan respon tubuh Anda terhadap obat. Kemoterapi juga bisa diberikan sebelum operasi pada penderita kanker ovarium stadium lanjut. Proses kemoterapi juga berpotensi menimbulkan efek samping, seperti tidak nafsu makan, mual, muntah, lelah, rambut rontok, serta meningkatnya resiko infeksi.

  Pencegah Kanker Ovarium

Pencegahan kanker ovarium tidak bisa dilakukan secara pasti, karena penyebabnya belum  diketahui. Namun, ada beberapa hal yang dapat menurunkan risiko Anda terkena penyakit ini, terutama metode yang bisa menghentikan proses ovulasi. Langkah-langkah tersebut adalah:
Menggunakan kontrasepsi dalam bentuk pil selama 5 tahun terbukti dapat mengurangi risiko kanker ovarium hingga setengahnya.
Menjalani kehamilan dan menyusui.
Menerapkan gaya hidup yang sehat agar terhindar dari obesitas. Contohnya mengatur olahraga dan memiliki pola makan yang sehat dan seimbang.

Pastikan Anda memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala-gejala penyakit kanker ovarium ini, terutama yang sering dialami atau tidak kunjung membaik.Jangan menganggap remeh indikasi penyakit meski terasa atau terlihat sepele.

Kamis, 02 Juni 2016

Jenis, Gejala, Penyebab Kanker Ovarium



Kanker ovarium adalah kanker yang tumbuh pada indung telur atau yang di sebut ovarium itu sendiri. Diantara jenis kanker lain yang paling umu, kanker ovarium menduduki posis ke-7. Penyakit ini dapat meyerang ke semua wanita pada segala usia. Akan tetapi kebanyakan kanker ovarium ini menyerang wanita yang telah mengalami masa menopause atau umumnya berusia 50 tahun ke atas. 

Jenis-Jenis Kanker Ovarium 

  1. Tumor epitelial adalah jenis kanker ovarium yang terjadi jika sel kanker menyerang jaringan yang membungkus ovarium.
  2. Tumor stromal yaitu muncul ketika sel kanker menyerang jaringan yang mengandung sel-sel penghasil hormon.
  3. Tumor sel Germinal adalah sel kanker yang menyerang sel-sel penghasil telur.

Gejala-Gejala kanker Ovarium

Penting bagi Anda untuk mewaspadai beberapa gejala yang umumnya dialami oleh pengidap kanker ovarium. Diantaranya adalah :
  • Pembengkakan pada perut.
  • Perut selalu terasa kembung.
  • Sakit perut.
  • Penurunan berat badan.
  • Cepat kenyang.
  • Mual.
  • Perubahan pada kebiasaan buang air besar, misalnya konstipasi.
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat.
  • Sakit saat berhubungan seksual.

Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Ovarium

Sama seperti penyakit kanker pada umunya, penyebab kanker ovarium juga belum diketahui secara real. Tetapi para ahli menduga terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko seorang wanita untuk terkena penyakit ini. Faktor-faktor resiko tersebut meliputi:
  1. Kanker ovarium cenderung terjadi pada wanita yang berusia 50 tahun ke atas.
  2. Resiko Anda untuk terkena penyakit kanker ovarium akan meningkat jika ada anggota keluarga kandung yang mengidap kanker ovarium atau kanker payudara.
  3. Terapi penggantian hormon estrogen, terutama yang jangka panjang dan berdosis tinggi.
  4. Mengidap endometriosis
  5. Tidak pernah hamil.
  6. Mengalami siklus menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah usia 50 tahun.
  7. Menjalani proses pengobatan kesuburan.
  8. Merokok.
  9. Menggunakan alat kontrasepsi IUD,
Jika anda mengalami faktor seperti di atas, mungkin Anda bisa saja menderita kanker ovarium. Maka dari itu, segeralah kunjungi dokter yang terkait untuk memeriksa rahim Anda apa baik-baik saja, atau bahkan ada tumor di ovarium Anda.